Manusia dan Cinta Kasih
Manusia dan Cinta Kasih
Tonny Swandy Gunawan
1IA17
55417985
Pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S.
Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang
(kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata
kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan.
Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga kata kasih dapat
dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat
diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan
menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama,
antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian
tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk
mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain,
bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata. Cinta
samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai
berikut:
1
Cinta bersifat manusiawi
2
Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu
bersifat jasmaniah.
3
Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan
nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur - unsur dasar tertentu
yaitu:
1
Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada
anaknya.
2
Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar –
benar bedasarkan atas suka rela.
3
Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang
bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
4
Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui
rahasia manusia.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia,
sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga
dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi
yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia
dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti
perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki
tiga unsur, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah
perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman
yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara
Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal
seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau
sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai
atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya
ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama
kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak
sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang
yang dibarengi unsur terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga
Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan
tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang
baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian,
keseimbangan dan kebahagiaan.
Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu tinggi, menengah dan
rendah.
1
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada
tuhan.
2
Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada
orangtua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat.
3
Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih
mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi
umat manusia cinta tertinggi merupakan suatu keharusan dan tidak ada duanya.
Hal ini merupakan konsekuensi iman dan menjadi pendorong utama dalam menunjang
tinggi agama.
Cinta
menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul
dari perasaan seseorang yang dicintainya, keluarga, kekerabatan, atau
persahabatan. Oleh karena itu, hubungan cinta, kasih sayang, dan kesetiaan
semakin akrab .
Cinta
tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa
kemanusiaan. Karena itulah ia adalah cinta rendahan.
Adapun
beberapa bentuk misalnya :
1
Cinta kepada Thagut. Thagut adalah syetan, atau
sesuatu yang disembah selain Tuhan
2
Cinta berdasarkan hawa nafsu
3
Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan terhadap
orang tua, anak, istri, perniagaan, dan tempat tinggal.
Cinta Menurut ajaran Agama
Mungkin bisa dikatakan bahwa cinta adalah hal yang sangat
berarti bagi diri kita sepanjang hidup kita , kasih dimana sesuatu yang
memiliki hal yang sangat berarti untuk saling mengasihi antara sesama manusia.
Bila kata cinta dan kasih digabungkan menjadi satu menjadi cinta kasih ,akan
menjadi kata yang sangat bermakna bagi hidup kita. Cinta sendiri sangat sakral
bagi hidup kita saling mencintai , saling menyayangi dan saling pengertian, dimana
semua ini berhubungan dengan perasaan yang ada dalam hati yang timbul dari
ketertarikan pada suatu lawan jenis yang menjadi ingin rasa memiliki dan
menjadi sepasang yang tak ingin lepas dari sesuatu tersebut. Kasih yang menjadi
pelengkap dari kata cinta yang satu sama lain saling mengasihi dan menjaga hati
dengan baik . Tetapi cinta jangan dilaksanakan dengan NAFSU dan GENGSI . kenapa dengan
NAFSU dan GENGSI karena kita memilih orang tersebut bukan karena iri
yang hanya mengikuti hawa nafsu saja dan malu terhadap lingkungan sekitar.
Pasti anda pernah mendengar pepatah “ kalau jodoh ga akan kemana”, nah dalam
hal ini bisa dikatakan kita memilih dengan sabar jangan terburu buru ,kita
telaah mana yang cocok dengan diri kita. Bila kita laksanakan dengan baik ,
kita akan merasa nyaman dan senang. Zaman sekarang bisa dikatakan semakin ke
zaman akan semakin cepat orang merasakan cinta kasih, lalu satu lagi, pacar
akan menuruti kata pacarnya dibandingkan dengan orang tuanya , nah kita harus
tahu betul , apakan cinta kasih kita direstui atau tidak, karena apabila tidak
maka akan menjadi hubungan tidak baik
Cinta dalam agama islam. Simpang siur tentang cinta dalam
agama islam , bisa diartikan sebenarnya tidak boleh dikarenakan belum muhrim ,
karena dalam agama islam belum boleh mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum
menikah , apabila sudah menikah , baru boleh mencintai dan memiliki.
Sebenarnya cinta dalam agama islam adalah cinta kita
terhadap sang pencipta , kita cinta terhadap semua yang telah diciptakan demi
meneruskan hidup di dunia yang harus kita syukuri atas segala rahmat dan
karunia yang telah diberikan kepada kita di dunia , jangan lah kau mendustai
apa yang telah diberikan oleh Allah Swt , kita harus cinta melaksanakan segala
apa yang telah diperintahkan dan menjauhi segala larangannnya.
Contoh Masalah Manusia dan Cinta Kasih
Seperti yang kita lihat bahwa banyak anak yang terlahir
tanpa orangtua atau terlahir mempunyai orangtua tetapi orang tua tersebut tidak
pernah memberikan kasih sayang kepada anak – anaknya. Anak yang seperti itu akan
tumbuh menjadi pribadi yang tidak sopan, memiliki tutur kata yang kurang baik
dan sering menyakiti perasaan orang lain. Mereka tidak paham apa itu cinta dan
rasa kasih sayang, karena mereka tidak pernah merasakan kehadiran orang tua dan
tidak pernah merasakan rasa kasih sayang dari orang terdekatnya.
Solusi
Menurut saya, solusi yang dibutuhkan adalah Pendekatan yang
berbasis masyarakat. Maksudnya adalah melakukan identifikasi terhadap akar
permasalahan guna menyelesaikan masalah anak jalanan tersebut dengan menyentuh
pada sumber permasalahannya dan memberikan mereka bangku pendidikan agar mereka
bisa bersikap lebih sopan.
SUMBER

Comments
Post a Comment